Monday, January 17, 2011

YAHUDI memang sedang membunuh kita DENGAN MAKANAN harian kita

Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation di National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference) rujukan http://www.healthfreedomusa.org/ mengatakan, “…mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesihatan dan pangan...”

Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua haiwan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik
khusus dan hormon pertumbuhan buatan.”

Dr. Laibow melanjutkan, “Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan—ini terdapat dalam panduan mineral dan vitamin mereka—ketika diimplementasikan pada 31 Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa. Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.”

Lantas, siapa yang akan tetap hidup—dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest”? Dr. Laibow berkata,“Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.”

Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan seorang awam. Ada banyak Laibow-Laibow lain seperti itu disebabkan fakta dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal tersebut. PBB sendiri telah mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta pengurangan populasi dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi Perempuan Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan,“Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat.”

Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat FAO dan WHO akan mempergunakan makanan, termasuk bahan-bahan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai bagian dari senjata ampuh yang besar dan kompleks, bernama “Kontrol Populasi”. Digunakan untuk mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum Pagan Kuno berabad silam.

MORAL OF THE STORY

trnyata bird flu / H5NI / H1N1 / AIDS adlh snjata kaum pagan (yahudi laknatullah) untuk MEMBUNUH smua bangsa (terutama negara2 mmbangun / miskin) bgi mncapai cita-cita NWO mrka.

DR. Siti Fadhillah Supari adlh Menteri Kesehatan Republik Indon...esia Tahun 2004-2009, Buku Menkes yang berjudul “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung” mndpt tknn dri Ngra-ngra Brt dan WHO, krna isinya dianggap tlh menyinggung atau menyrang kpntingan Ngra-ngra Brt, edisi dlm Bhsa Inggrisnya yang 1.000 eksemplar diisukan harus ditrik dari peredaran (kenyataannya buku tersebut telah laris dan tak jadi ditarik).

Pagan mencipta virus (bird flu) dengan kecerdikan / teknologi yg mereka miliki lalu menghasilkan penawarnya (tamiflu) yg mana mereka juga yang menciptanya. Lalu dbuat dlm kuantiti limit & hanya mampu / dibeli oleh Negara maju yg tidak trsrang pn oleh virus2 trsbut. Cuma dibeli krna takut pdhal negara2 miskin / mmbanguni ini yg ‘dihntar’ virus trsbt. Akhirnya ramai yg mati.

US : kami dh sediakan penawarnya, kamu yg lambat. Nasib la, sape cepat dia dapat.
Pagan: HAHAHA!!! Ramai mati maka populasi akan berkurang.. menuju 500juta manusia shja didunia.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...